Sunaryo


Hari inilah aku meninggalkan kota solo setelah sekian lama aku mengukir cerita dan menjalani hidup di kota ini,di umurku yg sudah menginjak 68 tahun ini. Kota solo menjadi awal cerita kehidupan ku bersama mendiang istriku tercinta,disini kita mengukir cerita bersama dari sejak aku menatap wajah cantik mu dan sejak itu pun aku jatuh hati padamu. Aku tidak pernah tau bagaimana perasaan mu saat itu,apakah kamu merasakan yg aku rasakan atau tidak,aku tidak tahu. yang aku tahu saat itu kamu memakai baju putih dan samping batik dengan rambut sebahu beserta senyum termanis yg pernah aku lihat dan saat itu juga aku jatuh hati padamu.
Hingga akhir nya aku bertemu dengan mu kembali dan kita saling berkenalan,Sri Ayu Sumarni nama mu.
Sejak hari itu aku sering datang ke rumah mu atau sesekali aku mengajak mu keliling desa dengan menggunakan sepeda ontelku. Sambil keliling desa kami berdua sering bercerita baik tentang ku atau tentang mu. Kamu seorang wanita yang sopan,baik,menghormati orang tua,taat beribadah,pintar,jenaka,suka membaca,suka bermusik,dan jago memasak. Aku melihat kesempurnaan ada pada diri mu,tapi aku sadar sebenar nya tidak ada kesempurnaan itu selain Allah SWT. tapi bersama mu aku merasa sempurna dan lebih berisi semua yg ada pada hidupku.
Sampai saat ini aku tak pernah melupakan saat-saat bersama mu. Saat dirimu memanggil namaku,saat dirimu tersenyum kepadaku,saat dirimu bercerita tentang apa saja,saat dirimu memaksaku untuk membaca buku kesayangan mu,saat dirimu memaksaku menyanyikan lagu kesukaan mu,saat dirimu menyodorkan teh kesukaan ku. Aku mengingat semua tentang mu.
Hingga aku dan kamu di persatukan dalam pernikahan dimana aku sangat mencintai mu dan aku yakin kamu pun sangat mencintai ku,dan kini kita menjadi satu.
Selama aku menjadi suami mu aku merasa sebagai seorang suami yang paling beruntung karena memiliki istri seperti mu.
Tidak terasa waktu membawaku terus melaju bersama Sri Ayu Sumarni dan kertodimas Aryadi anak lelaki tunggal ku. Anak ku sekarang menjadi orang hebat seperti ayah nya dan menjadi orang yang membumi seperti ibu nya. Aku bangga memiliki anak seperti dia. Jika melihat senyum nya seakan aku melihat senyum mu yang termanis,jika aku melihat matanya seakan mata mu yg sayu. Anak ku tinggal di kota malang bersama istri dan anak tunggal nya. Dia cucu ku satu-satu nya yang sangat aku cintai.
"Pak boleh ya ibu ikut dimas ke malang seminggu saja biar ibu bisa lebih lama sama cucu kesayangan ibu?" itu kata-kata mu saat kamu izin pergi ke malang bersama dimas,istri dan anak nya.
"Lah kalo ibu ke malang,siapa yg buatkan teh buat bapak to?" aku menjawab sambil senyum padamu.
"Yasudah kalo ibu mau ke malang,bapak izinkan tapi seminggu saja,soal nya bapak pasti rindu ibu."
"Ibu pasti selalu di hati bapak." itu kata-kata mu kepada ku saat itu.
Dan ternyata itu kata-kata terakhirmu setelah beberapa jam aku mendapat kabar bahwa kamu dimas dan istri nya meninggal karena kecelakaan di perjalanan menuju malang.
Dan kamu meninggalkan ku untuk selamanya.
Sambil menggendong cucu ku,aku meninggalkan kota solo dimana disini awal dan akhir cerita kita,kisah cinta ku dan kisah cinta mu. Aku selalu mengingat mu,namamu selalu ada di hatiku,jika Tuhan memberikan satu permintaan untuk ku,aku ingin bertemu dengan mu.


Sunaryo
Kereta api 18 mei 2015


Komentar

Postingan Populer